Tim Saber Pungli

OTT Terhadap Sekdis di Aceh Barat

FOTO | ISTIMEWAOperasi Tangkap Tangan
A A A
Pelaku membenarkan dirinya menjanjikan para bidan PTT akan lulus menjadi PNS setelah menyetorkan sejumlah uang kepadanya. Akibat ada iming-iming tersebut, para korban terlena dan tanpa pikir panjang segera menyetorkan uang sesuai permintaan tersangka,

ACEH BARAT - Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber-Pungli) Polres Aceh Barat, Senin (10/4) menangkap Sekretaris Dinas Kesehatan (Sekdiskes) setempat berinisial AF di ruang kerjanya karena diduga melakukan pungli dari bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT).

Inspektor Pengawasan Daerah (Irwasda) Polda Aceh, Kombes Pol Dr Darmawan Sutawijaya SE, M.Hum yang sekaligus Ketua Saber Pungli Aceh, Selasa (11/4) di Mapolres Aceh Barat kepada wartawan mengatakan, AF diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Dari tangan tersangka, Tim Saber Pungli menyita barang bukti uang tunai senilai Rp19 juta berikut daftar nama bidan PTT penyetor dana.

Dijelaskan, AF mengutip uang secara liar dari para bidan PTT dalam jumlah bervariasi, mulai Rp200 ribu hingga Rp1 juta/orang. Mereka dijanjikan bakal lulus menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), dengan catatan harus menyetor uang pengurusan terlebih dahulu.

“Pelaku membenarkan dirinya menjanjikan para bidan PTT akan lulus menjadi PNS setelah menyetorkan sejumlah uang kepadanya. Akibat ada iming-iming tersebut, para korban terlena dan tanpa pikir panjang segera menyetorkan uang sesuai permintaan tersangka,”jelasnya.

Laporan masyarakat

Ditambahkan, terbongkarnya aksi oknum Sekdiskes ini berawal ada laporan dari masyarakat menyebutkan, terjadi tindakan pungutan liar yang dilakukan AF. Dari informasi tersebut, polisi langsung melakukan pengembangan ke lapangan.

“Setelah informasi masyarakat itu kita kembangkan, ternyata benar terjadi praktik pungli oleh AF terhadap para bidang PTT. Sekitar pukul 17.00 WIB kemarin, kita melakukan penangkapan terhadap pelaku,”kata Darmawan.

Pemeriksaan terhadap tersangka masih terus dilakukan untuk mendeteksi apakah ada keterlibatan pejabat lainnya dalam kasus pungli itu. Jika terbukti ada oknum lain yang terlibat, maka segera dilakukan penangkapan.

Atas perbuatannya, tersangka AF dapat dijerat dengan Pasal 12 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 dan Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman hukuman penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun, denda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp1 miliar.

Kode:47
Sumber:ANALISA
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...