Korut Bersumpah

Beri ‘Pukulan Paling Kejam’ pada AS

FOTO | REUTERSPemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Korut bersumpah memberi 'pukulan paling kejam' pada AS jika melakukan provokasi militer.
A A A
Aksi nekat mendorong situasi tegang di semenanjung Korea ke ambang perang,

MOSKOW - Pemerintah Korea Utara (Korut) bersumpah untuk memberikan ”pukulan paling kejam” terhadap Amerika Serikat (AS) jika melakukan provokasi militer pada Pyongyang. Ancaman ini disampaikan Duta Besar Korut untuk Rusia, Kim Hyong-Jun, semalam.

Ancaman disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump berjanji untuk terus membangun kekuatan pertahanan Washington untuk menghadapi Pyongyang.

”Tentara kami telah mengatakan bahwa jika ada, bahkan provokasi terkecil dari AS selama latihan (perang), kami siap untuk memberikan pukulan paling kejam,” kata Kim Hyong-Jun seperti dikutip Interfax, Jumat (7/4/2017).

”Kami memiliki kesiapan dan kemampuan untuk melawan setiap tantangan dari AS,” ujarnya.

Presiden Trump pada hari Rabu lalu berjanji kepada Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe bahwa AS akan terus memperkuat kemampuannya untuk mencegah dan mempertahankan diri dan sekutunya dengan berbagai kemampuan militer. Pernyataan Trump muncul setelah rezim Pyongyang yang dipimpin Kim Jong-un menembakkan rudal balistik ke Laut Jepang (Laut Timur).

Kementerian Luar Negeri Korut sebelumnya juga mengecam keras latihan militer gabungan AS, Korea Selatan dan Jepang yang dianggap sebagai gladi resik untuk menginvasi Pyongyang.

“Aksi nekat mendorong situasi tegang di semenanjung Korea ke ambang perang,” kata kementerian itu melalui seorang juru bicara yang dilansir KCNA.

Menurut kementerian tersebut, gagasan bahwa AS bisa melenyapkan penangkal nuklir Pyongyang melalui sanksi adalah mimpi terliar.

Pyongyang seperti diketahui terus mengembangkan rudal jarak jauh yang diklaim mampu menghantam daratan AS dengan hulu ledak nuklir. Negara komunis ini sudah lima kali menguji coba senjata nuklir, dua di antaranya dilakukan pada tahun lalu.

Kode:47
Sumber:sindonews.com
Rubrik:Internasional

Komentar

Loading...