Bupati Aceh Barat Daya, Jufri Hasanuddin:

Negara Ini Harus Bebas dari Pungli

FOTO | ISTIMEWAJufri Hasanuddin
A A A
Pembentukan tim sapu bersih pungli ini merupakan sebuah kemulian yang harus diemban secara serius. Saya sefakat seluruh Satuan Tugas yang dibentuk oleh pemerintah, endingnya pemerintah berharap bahwa negara ini betul-betul terkontrol dan dijalankan sesuai amanah para pendiri republik ini,

ABDYA - Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Jupri Hassannuddin mengemukakan, pembentukan kembali unit pemberantasan pemungutan liar (Pungli) di daerah-daerah merupakan amanah yang harus di emban secara serius, sehingga negara ini betul-betul terbebas dari pungli.

''Pembentukan tim sapu bersih pungli ini merupakan sebuah kemulian yang harus diemban secara serius. Saya sefakat seluruh Satuan Tugas yang dibentuk oleh pemerintah, endingnya pemerintah berharap bahwa negara ini betul-betul terkontrol dan dijalankan sesuai amanah para pendiri republik ini,'' katanya di Blangpidie, Senin.

Jupri Hassannuddin menyampaikan pernyataan tersebut di sela-sela acara pengukuhan serta pembentukan kembali kelompok kerja (Pokja) unit pemberantasan pungli didaerahnya sebagai upaya untuk memantapkan mekanisme penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dari pungutan liar.

Selain dari pihak kepolisian. Anggota pemberantasan pungli kabupaten yang dilantik tersebut juga ada dari intansi kejaksaan, Kodim 0110, Sub Denpom, Insfektorat, pejabat Rumah Sakit, pejabat Kesehatan dan pejabat Dinas perhubungan.

''Kita sadari akhir-akhir ini cukup banyak bentukan-bentukan Satgas oleh pemerintah dengan tujuan untuk membetengi, membatasi upaya-upaya jahat dan upaya-upaya kotor yang dilakukan oknum terhadap pungutan liar,'' katanya menambahkan.

''Kita harus memaknai, bahwa bentukan-bentukan ini bukan formalitas semata, akan tetapi ini benar-benar serius sesuai amanah para pendiri negara, para ulama dan tokoh-tokoh masyarakat di tanah air, dan serius itu bukan berarti mencari target, tetapi juga untuk mengurangi,'' ujarnya

Bupati berharap, tim sapu bersih pemungutan liar yang telah dibentuk dari berbagai intasi tersebut untuk terus bekerja dengan baik. Baik pada masa pemerintahan sekarang maupun di masa pemerintahaan akan datang, sehingga dengan kehadiran tim ini dapat menghilangkan upaya-upaya korupsi pungli di Abdya.

Ia juga menyampaikan, biarpun pengukuhan tim saber pungki itu dilakukan pada akhir-akhir masa jabatannya yang berakhir pada tanggal 13 Agustus 2017, bukan berarti tidak laju dan atau tidak bergeraknya tim saber pungli ini.

''Pemerintah adalah sistim, biar setelah saya kukuhkan kemudian ada pejabat baru yang memimpin negeri ini, sistim tetap berjalan, karena pemerintah bukan tergantung pada individu tetapi pada representatif, rakyat yang percayai terhadap pemilihannya,'' demikian Jupri Hassanuddin.

Kode:47
Sumber:ANTARA
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...