IPSA:

Batalkan Saifannur sebagai Bupati Bireuen Terpilih

FOTO | ISTIMEWALogo IPSA
A A A
Money politic adalah bom waktu bagi masa depan bangsa ini. Rakyat yang diracun dengan uang saat menentukan pilihan, akan melahirkan pilihan yang tidak tepat. Ini tentu sangat berbahaya, bukan saja telah melahirkan pilkada yang tidak fair, tapi juga merusak negara. Kami berharap agar MK segera membatalkan nomor urur 6 sebagai pemenang Pilkada Bireuen,

BIREUEN - Ketua Ikatan Penulis Santri Aceh (IPSA) Tengku Ihsan M Jakfar meminta Mahkamah Konstitusi membatalkan pasangan calon Bupati Bireuen H Saifannur dan Muzakkar A Gani sebagai pemenang Pilkada 2017, karena diduga melakukan praktik politik uang.

Dalam siaran pers yang diterima di Bireuen, Jumat, Tengku Ihsan mengatakan, praktik politik uang merupakan bentuk kejahatan yang dapat merusak tatanan demokrasi baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Kejahatan ini akan dapat menghancurkan peradaban bangsa sekaligus akan mampu meruntuhkan negara.

"Money politic adalah bom waktu bagi masa depan bangsa ini. Rakyat yang diracun dengan uang saat menentukan pilihan, akan melahirkan pilihan yang tidak tepat. Ini tentu sangat berbahaya, bukan saja telah melahirkan pilkada yang tidak fair, tapi juga merusak negara. Kami berharap agar MK segera membatalkan nomor urur 6 sebagai pemenang Pilkada Bireuen," ujar Ihsan.

Ia berharap , Mahkamah Konstitusi mampu melihat fakta tersebut bahwa praktik money politic di Bireuen bukan sekedar isapan jempol, tapi sebuah tindakan pelanggaran yang dilakukan secara terukur, berjenjang, rapi serta dilakukan secara terang-terangan.

"MK harus peka. Jangan hanya berpaku pada apa yang tersaji di meja hijau. Karena para pelanggar telah merancang ini secara profesional. Pekerjaan mereka diduga sangat rapi dan melibatkan banyak stakeholder kunci di tingkat kabupaten. Saya menilai, lembaga sebesar MK tentu punya mata yang lebih jauh memandang dan punya indera dengar yang lebih peka," terang Ihsan.

Dalam kacamata penulis muda ini, demokrasi telah mati di Bireuen. Semua lembaga yang diberikan mandat untuk menjalankan demokrasi, telah teramputasi secara tersistematis. Satu-satunya harapan hanya tersisa di MK.

"Kami percaya MK mampu melihat fakta ini. MK harus mampu melihat sampai sejauh mungkin, agar mampu memberikan keadilan yang nyata demi tegaknya marwah Negara Kesatuan Republik Indonesia," katanya.

Pasangan H Saifannur dan Muzakkar A Gani meraih suara terbanyak pada Pilkada 15 Februari 2017 dengan 35,07 persen, sedangkan pesaingnya, HM Yusuf Abdul Wahab dan Purnama Setia Budi memperoleh 28,65 persen, pasangan petahana, Ruslan M Daud dan Djamaluddin Idris hanya memperoleh 14,60 persen.

Kemudian pasangan Amiruddin Idris-Ridwan Khalid meraih 4,35 persen, pasangan Khalili dan Yusri 14,06 persen dan terakhir, pasangan Husaini M Amin dan Azwar memperoleh 3,26 persen.

Kode:47
Sumber:ANTARA
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...