Israel dan Uni Emirat Arab

Latihan Militer Bersama

FOTO | Haaretz | HellenicJet tempur F-16 Uni Emirat Arab (UEA). UEA akan latihan militer bersama Israel, AS dan Italia di Yunani mulai Kamis nanti.
A A A
Latihan gabungan akan memperkuat ikatan di antara negara-negara peserta, mempertahankan kesiapan bersama dan interoperabilitas

ATHENA - Angkatan Udara Israel akan terlibat latihan militer bersama Uni Emirat Arab (UEA), Amerika Serikat dan Italia di Yunani. Latihan militer ini akan jadi pemandangan langka, karena Israel dan UEA tidak menjalin hubungan diplomatik.

Puluhan pesawat tempur sudah dikerahkan dalam latihan militer bertajuk “The Iniohos 2017” ini. Latihan yang akan menyertakan bendera negara masing-masing itu mengusung slogan “Act with Awareness” yang bermakna “Betindak dengan Kesadaran”.

Latihan “The Iniohos 2017” akan dimulai Kamis nanti. Sejumlah foto menunjukkan sejumlah pesawat tempur F-16 milik UEA bersama sebuah pesawat transportasi Angkatan Udara AS sudah ada di pangkalan angkatan udara Yunani.

Militer AS melaporkan bahwa mereka telah mengirim 12 pesawat F-16C dengan 220 awak untuk berpartisipasi dalam latihan militer bersama. “Latihan gabungan akan memperkuat ikatan di antara negara-negara peserta, mempertahankan kesiapan bersama dan interoperabilitas,” kata pihak militer AS dalam sebuah pernyataan yang dilansir Haaretz, Selasa (28/3/2017).

Ini bukan pertama kalinya bahwa Angkatan Udara Israel telah bekerja sama dengan Angkatan Udara UEA. Tahun lalu, pilot Israel berpartisipasi dalam latihan militer “Red Flag” di AS yang melibatkan pilot Pakistan, UEA dan Spanyol.

Israel dan UEA memang tidak memiliki hubungan diplomatik resmi, meskipun ada laporan di media asing bahwa kedua pihak melakukan kontak rahasia.

Pada November nanti, Israel juga akan latihan militer dengan negara-negara asing seperti India, AS, Polandia dan Italia.

“(Israel) berada di tahun puncak kerjasama dengan tentara asing di Israel dan luar negeri. Pada bulan November, latihan udara terbesar akan diadakan di sini, dengan sembilan negara,” kata Panglima Angkatan Udara Israel Amir Eshel beberapa waktu lalu.

Kode:47
Sumber:sindonews.com
Rubrik:Internasional

Komentar

Loading...