Irigasinya Amblas

20 Hektare Sawah di Pidie Tidak dialiri

FOTO | ISTIMEWAIlustrasi
A A A

PIDIE - Seluas 20 hektare lahan persawahan yang hendak ditanami padi di Kabupaten Pidie tidak bisa dialiri air karena iringasi rusak dan amblas diterjang banjir bandang.

"Akibat terjangan banjir bandang dan air bah, irigasinya amblas dan sekitar 20 hektare sawah di Desa Blang Dhok, Blang Tunong dan Desa Blang Bungong tidak bisa dialiri air," kata Camat Tangse, Jakfar.

Guyuran hujan dengan intensitas tinggi di wilayah tersebut, Sabtu (25/2) sampai dengan Minggu malam sekira pukul 20.30 WIB mengakibatkan longsor dan banjir bandang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie Apriadi menyampaikan, sebanyak 50 unit rumah warga di Desa) Blang Dhok dan Rantau Panyang, Tangse, Pidie diterjang banjir bandang, Minggu.

"Ada 44 rumah rusak ringan dan 6 rumah rusak parah, para korban sekitar 50 KK pun sudah mengungsi ke rumah saudara serta kerabat dan sebagian lagi sudah kembali membersihkan rumahnya," jelasnya.

Menurutnya, guyuran hujan dengan intensitas tinggi tersebut juga merusak puluhan hektare persawahan dan dini hari (Senin, 27/2) pihaknya akan melakukan assesmen.

"Minggu, kami sudah turun ke lokasi dan hari ini kami akan melakukan assesmen terhadap rumah warga yang rusak serta infrastruktur iringasi," katanya.

Apriadi juga mengatakan, BPBD Kabupaten Pidie juga sudah melakukan pendataan awal terhadap korban dan melakukan evakuasi serta menyiapkan 2 unit tenda untuk korban banjir tersebut.

BPBD Kabupaten Pidie juga menambahkan, dampak dari banjir bandang serta longsor di daerah tersebut, jalan nasional lintas Tangse dan Meulaboh (Kabupaten Aceh Barat) amblas ke sungai sekira puluham meter.

"Alat berat sudah diturunkan ke lokasi longsor untuk membersihkan badan jalan nasional itu," katanya.

Sumber:ANTARA
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...