18 Ribu Warga Malaysia Terjebak Banjir Parah

FOTO | AFPWarga Malaysia manfaatkan traktor untuk menyeberangi genangan banjir
A A A

KUALA LUMPUR - Banjir parah melanda wilayah Malaysia bagian timur laut sejak beberapa hari terakhir. Ribuan orang terjebak di kamp pengungsian dan khawatir rumah mereka dijarah karena ditinggal terlalu lama.

Kendati demikian, seperti dilansir AFP, Jumat (6/1/2017), jumlah warga yang mengungsi di Kelantan dan Terengganu berkurang menjadi 18.300 orang, dari yang tadinya 23 ribu orang pada Rabu (4/1) waktu setempat. Banjir musiman melanda wilayah yang ada di pantai timur Malaysia setiap tahun dan biasanya diwarnai evakuasi besar-besaran.

Di wilayah Rantau Panjang yang berbatasan dengan Thailand, lebih dari 300 orang terpaksa mengungsi. Yang mengkhawatirkan, kamp pengungsian setempat sudah sangat padat oleh pengungsi.

Warga yang ada di pengungsian menyebut persediaan makanan cukup, namun ada masalah kebersihan. Tempat sampah yang dipenuhi sampah berdekatan dengan pengungsian warga.

Kebanyakan warga yang mengungsi khawatir akan berkurangnya pendapatan dan takut rumahnya dijarah pencuri. Salah satu warga yang mengungsi, Mohamad Nawi Che Mamat (50), menuturkan bagaimana dirinya harus menembus genangan banjir setiap harinya, demi memeriksa rumahnya. "Saya tidak bisa pergi bekerja dan mulai kehabisan uang," tutur Mohamad Nawi yang berprofesi sebagai sopir truk ini.

Warga yang lain memilih tetap bertahan di rumah mereka yang digenangi banjir. Sebagian mengaku frustrasi karena belum mendapat bantuan pemerintah. "Kami pendukung pemerintah, tapi kami belum mendapat bantuan makanan dari pemerintahan federal," ucap Abdul Manan Mohamad yang menyebut dirinya mulai kehabisan uang untuk menafkahi istri dan empat anaknya.

Mazlina Abdul Rahman (49) yang seorang ibu tunggal, menuturkan kepada AFP, bahwa dirinya membutuhkan bantuan makanan dan uang tunai. "Saya harus memberi makan empat anak. Saya kekurangan pasokan makanan dan tidak punya uang karena anak sulung saya tidak bisa bekerja karena banjir," ujarnya.

Pantauan dari udara menunjukkan sebagian wilayah Kota Bharu, ibukota Kelantan bagaikan danau lumpur dengan hanya atap-atap rumah warga terlihat. Di beberapa wilayah Kelantan lainnya, anak-anak sibuk bermain di genangan banjir dan warga bolak-balik menyeberangi banjir yang cukup dalam.

Kepala Departemen Sipil Kelantan, Zainuddin Hussin, menyatakan hujan deras diperkirakan masih akan mengguyur wilayah tersebut. Meskipun kebanyakan sungai mulai menurun ketinggiannya, namun Zainuddin memperingatkan Sungai Golok yang ada di perbatasan Thailand masih bisa meluap.

Sumber:detik.com
Rubrik:Dunia

Komentar

Loading...